Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah terus berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di antaranya dengan meluncurkan (lunching ) Pelayanan Ramah Anak dan Perempuan atau "PRAP" belakangan ini.

"Kalau sebelumnya peluncuran 'Integrasi Layanan Primer' (ILP), kini meluncurkan PRAP," ujar Kepala Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin dr Taufik ketika dikonfirmasi Antara Kalsel, Kamis.

Baca juga: PT PTK collaborates with puskesmas to educate posyandu cadres

Ia menerangkan, ILP merupakan pelayanan kesehatan dengan fokus pada upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.

"ILP merupakan strategi atau pendekatan baru oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) milik pemerintah termasuk Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin," ujar dokter muda yang cukup ramah itu.

Sementara PRAP sebuah komitmen bersama oleh Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Puskesmas serta Forum Anak daerah setempat seperti halnya di Kota Banjarmasin.

Ia berharap, agar masyarakat memanfaatkan fasilitas yang pemerintah sediakan dalam upaya mewujudkan Kesehatan jasmani dan rohani atau fisik dan psikologis secara utuh.

"Karena pemerintah menginginkan warga masyarakatnya bukan cuma sehat jasmani, tapi juga sehat rohani atau kesehatan yang seimbang," lanjutnya.

Peluncuran PRAP di Puskesmas Pemurus Dalam oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin M. Ramadhan, Selasa (25/2/2025) lalu.

Kepala DP3A Kota Banjarmasin mengharapkan Puskesmas Pemurus Dalam selalu menerapkan prinsip-prinsip inklusif dan kesetaraan dalam pelayanan kesehatan, baik kepada perempuan dan anak maupun kelompok disabilitas.

"Kolaborasi dengan berbagai unsur agar terus dikembangkan dan ditingkatkan sebagai bentuk kebersamaan dalam pembangunan termasuk dalam tugas pembangunan kesehatan," pesan Kepala DP3A Kota Banjarmasin.

Baca juga: PT.PTK gandeng Puskesmas edukasi kader tentang integrasi layanan primer

Menurut dia, dengan masyarakat yang sehat tentunya akan meningkatkan produktivitas individu dan masyarakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Suasana saat peluncuran Pelayanan Ramah Anak dan Perempuan atau "PRAP" di Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin, Selasa (25/2/2025) (ANTARA/HO Dokumen Pribadi)

Kepala Puskesmas Pemurus Dalam menambahkan, prinsip-prinsip kolaborasi dan pemberdayaan (empowering) salah satu kunci penting dalam pembangunan kesehatan, karena hal itu melibatkan langsung masyarakat sebagai subyek pembangunan kesehatan tidak lagi sebagai objek pembangunan.

"Peluncuran PRAP tersebut mendapat sambutan positif dari warga masyarakat, karena mereka akan merasa terayomi atau mendapatkan perhatian pemerintah secara khusus," demikian Taufik.